Terletak 200 hingga 300 meter di atas permukaan laut, Ubud berfungsi sebagai pusat pedalaman untuk seni tradisional Bali yang dikelilingi oleh sawah terasering dan jurang sungai yang curam. Wisatawan datang untuk menjelajahi kuil air Hindu abad ke-8, menyusuri Campuhan Ridge sepanjang 2 kilometer, dan mengamati sekitar 1.260 monyet ekor panjang di dalam cagar alam seluas 12,5 hektar.
Temukan Tur TerpanduUbud adalah kota pedalaman yang terletak di kaki bukit tengah Kabupaten Gianyar, Bali. Mencakup wilayah administratif seluas 42,38 kilometer persegi, kota ini berada pada ketinggian 200 hingga 300 meter di atas permukaan laut, memberikan iklim yang sedikit lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir. Lanskapnya menampilkan jurang yang curam, pohon beringin yang menjuntai, dan pertemuan sungai Wos dan Oos di pusat kota. Saat ini, distrik ini mendukung populasi sebanyak 74.800 jiwa dan menerima lebih dari tiga juta wisatawan asing setiap tahunnya.
Dianggap sebagai pusat budaya dan spiritual pulau ini, kota ini sangat kontras dengan destinasi pantai di selatan Bali. Ubud berfungsi sebagai pusat utama bagi seni tradisional Bali, tari, dan praktik kesehatan holistik seperti yoga dan meditasi. Lingkungan sekitarnya ditentukan oleh hutan hujan yang lebat dan sawah terasering. Area ini mendapatkan pengakuan global yang signifikan setelah publikasi dan adaptasi film dari memoar Elizabeth Gilbert, 'Eat, Pray, Love'.
Fondasi spiritual pemukiman ini berawal dari abad ke-8, ketika pendeta Jawa Rsi Markandya bermeditasi di pertemuan dua sungai di Campuhan. Tempat ini akhirnya menjadi pusat salah satu keluarga kerajaan Bali. Kediaman bersejarah keluarga penguasa setempat, Puri Saren Agung, tetap menjadi landmark utama di mana arsitektur klasik Bali dilestarikan.
Selama tahun 1930-an, kota ini berkembang menjadi pusat seni internasional. Seniman asing Walter Spies dan Rudolf Bonnet tiba dan ikut mendirikan asosiasi seniman 'Pita Maha' pada tahun 1936. Beberapa dekade kemudian, setelah peristiwa bom Bali 2002, komunitas mendirikan Ubud Writers and Readers Festival untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi pariwisata lokal.



Temukan sejarah lengkap dan signifikansi budaya di halaman Tentang kami.
Berjalanlah melalui cagar alam seluas 12,5 hektar yang menjadi rumah bagi sekitar 1.260 monyet ekor panjang. Suaka ini berisi tiga kuil abad ke-14 yang tersembunyi di antara dedaunan. Lepaskan barang-barang yang mudah lepas seperti kacamata hitam sebelum masuk, karena monyet penghuni di sini sangat ahli dalam merampasnya dari pengunjung.
Ikuti jalur pendakian beraspal sepanjang 2 kilometer yang terletak di antara dua lembah sungai. Tiba pada pukul 06:00 membantu menghindari panas terik siang hari dan kerumunan besar. Cahaya pagi memberikan pemandangan Gunung Agung yang jelas di kejauhan, sementara jalur ini menawarkan alternatif yang tenang dari kemacetan lalu lintas pusat Ubud.
Berpartisipasilah dalam ritual penyucian 'Melukat' tradisional di kuil air suci ini. Pengunjung memasuki kolam mata air suci untuk mandi di bawah serangkaian pancuran air. Pakaian sopan diwajibkan dengan ketat. Anda harus mengenakan sarung dan selendang wajib untuk memasuki area kuil suci ini.
Amati sistem irigasi subak tradisional di lanskap pertanian yang terdaftar di UNESCO ini. Medan yang curam menampilkan sawah berundak dan ayunan hutan yang besar. Karena jarak berjalan kaki yang cukup jauh dan kelembapan musim hujan bisa mencapai 95 persen, berkunjung antara bulan April dan Oktober memberikan kondisi terbaik untuk trekking di luar ruangan.
Tur pilihan dengan pembatalan gratis dan ulasan terverifikasi
Pembatalan Gratis
Pembatalan Gratis 10j
Pembatalan Gratis 10j
Pembatalan Gratis 10j
Pembatalan Gratis
Pembatalan Gratis 10j
Pembatalan Gratis 10j
Pembatalan Gratis 8j Waktu ideal untuk mengunjungi Ubud adalah antara bulan April dan Oktober selama musim kemarau. Bulan-bulan ini memberikan hari-hari yang cerah dan kelembapan yang lebih rendah, menciptakan kondisi optimal untuk trekking di luar ruangan dan menjelajahi kompleks kuil.
April dan Mei termasuk dalam musim kemarau yang sangat direkomendasikan, menawarkan hari-hari cerah dan kelembapan yang dapat dikelola. Maret adalah masa transisi dari periode hujan, yang berarti beberapa hujan sore masih mungkin terjadi.
Periode ini berada tepat di musim kemarau. Harapkan cuaca cerah yang konsisten dan kelembapan yang lebih rendah, menjadikannya waktu utama untuk berjalan di Campuhan Ridge atau mengunjungi sawah terasering.
September dan Oktober menawarkan kondisi musim kemarau yang sangat baik, dengan Ubud Writers Festival berlangsung di bulan Oktober. November menandai dimulainya musim hujan, meningkatkan kemungkinan hujan lebat.
Bulan-bulan ini mewakili puncak musim hujan. Pengunjung akan menghadapi hujan tropis yang lebat, kelembapan mencapai hingga 95 persen, dan peningkatan risiko banjir lokal serta tanah longsor.
Jam operasional di Ubud bervariasi tergantung pada lokasi spesifik. Sebagian besar atraksi utama, termasuk Sacred Monkey Forest, buka setiap hari dari pukul 09:00 hingga 18:00. Istana Air Ubud beroperasi setiap hari dari pukul 08:00 hingga 19:00, dan memperpanjang jam operasionalnya hingga 21:30 pada hari Jumat.
| Category | Price |
|---|---|
| Retribusi Turis Bali (Wajib bagi Pengunjung Internasional) | 150.000 IDR |
| Visa on Arrival (VoA) | 500.000 IDR |
| Sacred Monkey Forest - Dewasa (Per April 2026) | 130.000 IDR |
| Sacred Monkey Forest - Anak usia 3-12 tahun (Per April 2026) | 100.000 IDR |
Wisatawan internasional diwajibkan membayar Retribusi Turis Bali melalui portal resmi 'Love Bali'. Meskipun tempat-tempat besar menerima kartu kredit, pengunjung harus membawa uang tunai dalam Rupiah (IDR) untuk membayar biaya masuk kuil lokal dan biaya parkir standar sebesar 10.000 hingga 20.000 IDR.
Untuk jadwal lengkap dan harga tiket, kunjungi halaman Jam Operasional & Biaya kami.
Ubud terletak 37 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai di dataran tinggi tengah Bali. Wisatawan dapat mencapai distrik ini menggunakan transfer bandara pribadi, aplikasi transportasi online lokal, atau bus jemputan umum.
📍 Kaki bukit tengah, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia
Memesan transfer pribadi adalah cara paling andal untuk menempuh jarak 37 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Pengemudi akan menemui penumpang langsung di gerbang kedatangan dengan membawa papan nama khusus. Ini menghilangkan kebutuhan untuk menavigasi terminal yang sibuk sambil membawa bagasi. Perjalanan ke pedalaman memakan waktu hingga dua setengah jam.
Pengunjung dapat menggunakan aplikasi transportasi daring lokal seperti Grab dan Gojek untuk perjalanan sejauh 37 kilometer dari bandara. Penumpang harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk mencapai Online Taxi Lounge yang telah ditentukan. Titik jemput ini terletak di dalam gedung parkir utama bandara. Tarif berfluktuasi berdasarkan permintaan namun umumnya maksimal 500.000 IDR.
Kura-Kura Bus menyediakan rute transportasi umum termurah menuju Ubud. Bus ini berangkat dari DFS Bus Bay di area Kuta dan Seminyak, menempuh jarak sekitar 30 kilometer. Shuttle ini melakukan beberapa pemberhentian di sepanjang rute. Bus ini pada akhirnya menurunkan penumpang di pusat hub, bukan mengantar langsung ke hotel tertentu.
Menyewa sopir pribadi adalah pilihan praktis saat menempuh perjalanan 30 kilometer dari Seminyak atau Canggu. Rute ini melewati langsung kawasan sibuk Denpasar dan Batubulan. Lalu lintas padat di area ini sangat memengaruhi total waktu perjalanan. Pengunjung harus memperkirakan perjalanan memakan waktu hingga dua jam selama periode puncak.
Untuk opsi transportasi dan rute terperinci, kunjungi halaman Petunjuk Arah kami.
Restoran besar menerima kartu kredit, namun uang tunai sangat penting untuk pasar dan biaya parkir 10.000 hingga 20.000 IDR di pura. Hanya gunakan penukaran uang resmi yang menampilkan perisai hijau 'No Commission' dan kode QR Bank Indonesia. Ini membantu Anda menghindari penipuan pengurangan uang yang umum terjadi.
Semua pintu masuk pura mewajibkan pakaian sopan yang menutupi bahu dan lutut, serta penggunaan sarung dan selendang yang wajib. Waspadai pemandu tidak resmi di situs seperti Tirta Empul yang meminta biaya tinggi untuk tur. Selain itu, hukum adat setempat melarang wanita yang sedang menstruasi memasuki area utama pura.
Sacred Monkey Forest Sanctuary menampung sekitar 1.260 monyet ekor panjang. Hewan-hewan ini sangat ahli dalam menyambar barang-barang longgar dari pengunjung dan kereta bayi. Lepaskan kacamata hitam, topi, dan perhiasan sebelum masuk, dan jangan pernah membawa camilan atau kantong plastik, yang dapat memicu perilaku agresif.
Lalu lintas pusat Ubud di sepanjang Jalan Raya Ubud sering kali mengalami kemacetan total antara pukul 16:00 hingga 19:00 setiap hari. Unduh aplikasi Grab atau Gojek untuk menyewa ojek dengan harga transparan yang dapat menghindari kemacetan ini. Sebagai alternatif, Anda dapat menyewa skuter seharga 75.000 hingga 100.000 IDR per hari.
Air keran setempat tidak dapat diminum dan memiliki risiko tinggi menyebabkan 'Bali Belly'. Selalu gunakan air kemasan atau air yang telah disaring, bahkan saat menyikat gigi. Karena Bali melarang keras plastik sekali pakai, bawalah botol yang dapat digunakan kembali untuk mengisi ulang di hotel atau kafe lokal.
Rencanakan aktivitas luar ruangan seperti Campuhan Ridge Walk sepanjang 2 kilometer pada pukul 06:00. Memulai lebih awal membantu Anda menghindari teriknya matahari tengah hari dan kerumunan wisatawan yang besar. Selama puncak musim hujan di bulan Desember dan Januari, kelembapan bisa mencapai 95 persen, membuat medan yang curam menjadi sangat menantang.
Goa Gajah adalah situs arkeologi abad ke-11 yang terletak tepat di luar pusat Ubud. Pengunjung datang untuk melihat pintu masuk gua yang diukir dengan batu yang rumit dan kolam pemandian kuno di situs tersebut.
Tegenungan adalah salah satu air terjun besar yang paling mudah diakses di wilayah ini. Situs ini memiliki area berenang yang ditentukan dan beberapa platform pengamatan untuk pemandangan air terjun yang jelas.
Kompleks pura abad ke-11 ini berisi sepuluh kuil yang dipahat di batu yang dikenal sebagai candi. Struktur-struktur tersebut dipahat langsung ke dalam ceruk terlindung setinggi 7 meter di sepanjang lembah sungai.
Baca apa yang dibagikan wisatawan tentang pengalaman mereka mengunjungi Ubud — mulai dari tips praktis hingga sorotan pribadi.
Ubud berjarak 37 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai, dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2,5 jam tergantung lalu lintas. Pilihan paling andal adalah transfer pribadi dengan biaya 350.000 hingga 475.000 IDR. Anda juga dapat menggunakan aplikasi transportasi daring seperti Grab atau Gojek seharga 300.000 hingga 500.000 IDR, atau menggunakan Kura-Kura Bus seharga 100.000 IDR.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah selama musim kemarau dari bulan April hingga Oktober. Bulan-bulan ini menawarkan hari-hari yang cerah dan kelembapan yang lebih rendah, menjadikan kondisi ideal untuk trekking di luar ruangan dan kunjungan ke pura. Hindari bulan Desember dan Januari, karena kelembapan tinggi hingga 95% dan hujan tropis yang lebat dapat menyebabkan banjir lokal.
Wisatawan mancanegara wajib membayar Pungutan Wisatawan Asing Bali sebesar 150.000 IDR melalui portal Love Bali. Tempat wisata individu memiliki biaya masing-masing, seperti Sacred Monkey Forest, yang mengenakan biaya 130.000 IDR untuk dewasa dan 100.000 IDR untuk anak-anak usia 3 hingga 12 tahun. Ingatlah untuk membawa uang tunai kecil sebesar 10.000 hingga 20.000 IDR untuk parkir di pura dan air terjun.
Selalu bawa air kemasan atau air yang telah disaring, karena air keran tidak aman untuk diminum dan dapat menyebabkan penyakit. Bawa uang tunai 10.000 hingga 20.000 IDR untuk biaya parkir, serta sarung dan selendang wajib untuk masuk ke pura. Jangan membawa plastik sekali pakai dan camilan, terutama di dekat 1.260 kera di Monkey Forest.
Aksesibilitas di Ubud umumnya buruk karena trotoar yang sempit, tidak rata, dan rusak. Sacred Monkey Forest memiliki beberapa jalur beraspal yang sebagian dapat diakses, tetapi kantor tiket mengharuskan pengunjung menaiki tangga. Bagi mereka yang memiliki mobilitas terbatas, menyewa sopir pribadi dengan biaya sekitar 600.000 IDR per hari sangat disarankan untuk meminimalkan berjalan kaki.
Rata-rata durasi kunjungan adalah 3 hingga 4 hari. Sebagian besar tempat wisata utama, termasuk Sacred Monkey Forest, buka setiap hari dari pukul 09:00 hingga 18:00. Ubud Water Palace beroperasi dari pukul 08:00 hingga 19:00, dan tetap buka hingga pukul 21:30 pada hari Jumat untuk pertunjukan tari tradisional.
Menyewa skuter seharga 75.000 hingga 100.000 IDR per hari adalah cara umum untuk menghindari lalu lintas padat, yang sering membuat macet pusat Ubud antara pukul 16:00 dan 19:00. Sebagai alternatif, menyewa sopir pribadi memakan biaya sekitar 600.000 IDR per hari. Aplikasi transportasi daring seperti Grab dan Gojek menawarkan ojek dengan harga transparan untuk perjalanan yang lebih singkat.
Anda harus memesan restoran populer seperti Locavore atau Hujan Locale setidaknya 1 hingga 2 minggu sebelumnya selama musim ramai. Wisatawan mancanegara juga perlu mendapatkan Visa on Arrival seharga 500.000 IDR dan membayar pungutan wisatawan sebesar 150.000 IDR secara daring sebelum tiba. Untuk tur lokal, waspadalah terhadap pemandu tidak resmi di pura yang mungkin meminta biaya tinggi untuk tur wajib.
Jelajahi tur terverifikasi dengan pembatalan gratis dan konfirmasi instan.
Cari Tur